Rabu, 10 Februari 2010

Diklat di Sekolah Jurnalistik


Sekolah Jurnalistik & Multimedia, begitulah pesan yang mampir di emailku sekitar 1 bulan yang lalu. tanpa pikir panjang aku segera mengiyakan untuk mengikutinya. serasa ada semangat masa lalu yang menggelayuti pundak untuk membuka kembali catatan-catatan jurnalistik yang pernah tercecer dan tergeletak di pusara keping-keping ingatan.

Menyenangkan untuk ditulis bahwa pelatihan yang mengambil tempat di Rukan Mitra Matraman inisarat dengan nilai-nilai edukatif yang padat dan gamblang sehingga enak diikuti dan mudah di cerna.

Pada hari pertama, yaitu hari Senin tanggal 8 Februari 2010 ini mengambil tema "BERITA". kwlas dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan Wasis sebagai mentornya, dia adalah reporter dari koran Seputar Indonesia. pada sesi tersebut diterangkan mengenai seluk beluk pemberitaan yang baik. dimulai dari apa itu berita, unsur-unsur berita, nilai berita, cara menulis berita, jenis tlisan hingga tips agar tulisan enak di baca.

Suasana kelas yang nyaman dan peserta yang tidak terlalu banyak, yaitu 5 orang, menjadikan kelas tersebut menjadi interaktif dan peserta mempunyai kesempatan yang luas untuk bertanya dan membuat kelas menjadi interatif. pemateri yang terdiri dari para praktisi tersebut, meski harus diakui bahwa secara teori mungkin bisa dikatakan kurang, lebih cenderung memberikan pelatihan berdasarkan pengalaman. Hal inilah yang membuat suasana menjadi mengalir dan berlangsung seru.

Sesi kedua, dimulai pada pukul 13.00 setelah rehat ishoma, diisi oleh kang yayat, menariknya dari beliau adalah bahwa beliau sedang melakukan sebuah riset investigasi tentang kecurigaan Bupati Depok, Nur Mahmudi, melakukan praktek korupsi. pasalnya, dalam kampenye beliau saat pilkada waktu itu menjanjikan dana santunan kematian, sementara dana tersebut seharusnya atas dasar pribadi bukan diambil dari APBD, namun kecenderungan yang muncul adalah dana santunan kematian tersebut diambil dari APBD.

Kang yayat melanjutkan dengan cerita mengenai seluk beluk dunia reportase investigasi dengan segala pernak perniknya. Bagaimana mendebarkannya petualangan di dunia investigasinya tersebut pun dengan nyawa sebagai resikonya.

Bndan Winarno, dimata sebagian dari kita adalah pemandu acara kuliner di salah satu stasiun televisi swasta. namun apakah ada yang tahu jika seblumnya ia juga merupakan seorang reporter investigasi pada sebuah majalah? bahwa ia salah satu dari "penguji" wine terkenal? tidak ada yang tahu. Dari kang Yayat kami diberitahu bahwa pernah Bondan melakukan investigai atas modal tersendiri, membongkar skandal penipuan perusahaan pertambangan emas internasional. Perusahaan tersebut awalnya membuat cerita bahwa di daerah Kalimantan terdapat sebuah pertambangan emas, tentu saja hal ini segera di bantah oleh para ahli geologi dikarenakan Kalimantan termasuk dalam pulau muda, berbeda dengan Papua yang termasuk dalam kelompok pulau tua yang memang kaya akan emas. Namun cerita mengenai tambang emas tersebut telah terlanjur merebak, hasilnya adalah saham perusahaan tersebut dengan pesat naik. Guna menutupi kebohongan perusahaan tersebut, maka pemilik perusahaan tersebut membuat cerita seolah-olah ia meninggal terjatuh dari helikopter.

Merasa ada kejanggalan dalam cerita tersebut, maka Bondan segera mengusut kasus tersebut dan akhirnya terbongkarlah skandal tersebut.

Pada hari kedua, tanggal 9 Februari 2010. pemateri pertama adalah Pak Soelis, beliau sekarang wartawan Independen. sebelumnya adalah wartawan Media Indonesia, beliau memberikan materi mengenai menulis artikel dan Opini, dan sebagai tugasnya kami diminta menulis artikel mengenai isu-isu terkini, namun kami menawar dan akhirnya beliau melunak. hahaha...

Pembicara berikutnya, ini yang agak unik, dia adalah mbak Boy, karena dia tomboy. Kami tidak ada masalah bahkan menurut kami dia orangnya menyenagkan. Dia memberikan materi mengenai cara menggali fakta di lapangan, beserta pengalaman-pengalaman dia di lapangan.

Hari terakhir, tanggal 10 Februari 2010. materinya adalah kiat menumbuhkan minat, gairah, motivasi dalam menulis. pembicaranya adalah mbak Titis dari koran Tempo. pada dasarnya, motivasi tumbuh dari dalam diri pribadi, hal itu tidak bisa dipaksakan. materi kedua yaitu fotografi jurnalistik untuk pemula dan media online. Untuk menulis di dunia online, semacam blog dan lain sebagainya terdapat sebuah panduan yang tidak mengikat yaitu 1 naskah terdiri dari 10-15 paragrap, 1 paragrap terdiri dari 4-7 kalimaty dan 1 kalimat terdiri dari 3-8 kata.

Peserta terdiri dari 5 orang, 2 dari Papua, kuliah di Jogja mengambil mata kuliah Pemerintahan. Leczhy dan Delius, itu nama mereka. ada pula Aip, dia bekerja pada sebuah yayasan dan dia konsentrasi pada bidang pertanian, kemudian aku dan temanku Putri.

Pemateri semuanya adalah praktisi yangtelah berpengalaan di bidangnya dan bagiku pelatihan dasar 3 hari ini ckup untuk membangkitkan minat kemali pada dunia jurnalistik dan kepenulisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar